Selamatkan Bangsa dengan Berkarya
Oleh: Rahmah
(Siswa MAN IC Bangka Tengah kelas XI C)
Usia remaja adalah usia produktif atau masa puncak kebebasan untuk mengeskpresikan diri dan pencarian jati diri. Namun, pada masa ini juga, remaja disuguhkan dengan beberapa pilihan yang sulit. Godaan demi godaan datang silih berganti menghampiri para remaja. Tak jarang, banyak remaja yang akhirnya tersesat dalam pergaulan yang salah. Salah satu contoh nyata di sekitar kita adalah pacaran.
Saya miris sekali melihat banyaknya kasus pacaran yang hingga akhirnya berujung kebablasan. Kejadian tersebut hampir terjadi di semua kalangan baik itu dari siswa SMA bahkan SMP.
Hal itu berawal dari sebuah sikap permisif terhadap pacaran. Padahal, sudah ditegaskan oleh Allah dalam surah Al-isra’ ayat 32 yang artinya “janganlah kamu mendekati zina, karna sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan merupakan suatu jalan yang buruk.”
Seharusnya kita sebagai generasi muda yang terpelajar tentu sudah dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan buruk. Sikap permisif atau menganggap pacaran adalah hal wajar ini sangat berdampak pada kehidupan remaja. Banyak remaja berpendapat bahwa berpacaran adalah hal yang biasa tanpa berpikir terhadap efek negatif yang dapat terjadi ke depannya.
Sebagai contoh dari pemberitaaan yang dilansir harapanrakyat.com, pada Selasa (16/5/2023) seorang remaja usia 14 tahun asal Garut, Jawa Barat kabur bersama pacarnya selama seminggu. Mirisnya, diduga kedua remaja tersebut telah melakukan hubungan intim sebanyak dua kali. Hal tersebut merupakan salah satu contoh kebablasan dalam berpacaran. Tidak hanya itu, masih banyak kasus lain yang terjadi di Indonesia tentang pergaulan bebas. Apakah kita akan terus membiarkan generasi muda hancur dan kehilangan masa depan?
Setiap saya membaca berita negatif tentang remaja, saya ingin sekali mengganti kabar berita yang muncul dengan sebuah berita yang positif. Saya ingin mengubah pola pikir remaja yang terus-terusan memaknai kebebasan secara salah.
Peran remaja sangatlah dibutuhkan oleh negara dikarenakan generasi muda ini masih memiliki fisik yang kuat, pemikiran yang baru, inovatif, dan memiliki kreativitas yang sangat tinggi. Remaja juga mempunyai peran sebagai “agent of change” atau “agen perubahan” yang artinya remaja sekarang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap gejala-gejala sosial yang muncul agar sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyakarat.
Oleh karena itu, sebagai seorang remaja yang mempunyai tanggung jawab terhadap tugas tersebut, sudah sepatutnya kita mengimplementasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan berkarya dan memberikan kontribusi pada negara.
Dengan berkarya juga kita bisa menyibukkan diri kita dengan hal yang bermanfaat. Tentu hal ini juga dapat menekan angka kenakalan remaja yang semangkin hari semakin merajalela. Sebab itu, marilah tingkatkan kebermanfaatan remaja. Ayo, selamatkan bangsa ini dengan berkarya!
Editor : Vega Galanteri